Manajemen Perubahan Terhadap Implementasi TI
Melalui Transformasi Pengetahuan Memanfaatkan Teknologi Persuasif
Studi Kasus Universitas Padjadjaran
Melalui Transformasi Pengetahuan Memanfaatkan Teknologi Persuasif
Studi Kasus Universitas Padjadjaran
Arif Firmansyah S.Si. MT. (arif@unpad.ac.id)
Abstraksi
Implementasi Teknologi Informasi dapat efektif dan efesien jika strategi yang dijalankan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Salah satu strategi yang sangat berpengaruh dapat dilihat dari stakeholder yang akan terlibat dalam proses implementasi. Penekanan agar proses ini dapat berjalan harus dimulai dari pimpinan hingga bawahan (Top Down). Proses ini harus dapat diselaraskan dengan Strategi Teknologi Informasi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Target-target yang diharapkan dapat terhambat jika pimpinan tidak dapat mengarahkan dengan baik. Salah satu kendala yang menjadi permasalahan adalah tingkat kepedulian para
peminpin organisasi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang Teknologi Informasi dari pimpinan tersebut. Kondisi inilah yang harus diubah. Dengan strategi manajemen perubahan yang tepat, diharapkan proses implementasi teknologi Informasi yang sedang dan akan diimplementasikan lebih efektif dan efesien.
Paper ini mencoba memberikan pendekatan manajemen perubahan implementasi TI dengan memanfaatkan Metode Captology dalam Model SECI dengan studi kasus Universitas Padjadjaran. Hasil yang diharapkan dari paper ini adalah mendapatkan panduan strategi untuk transformasi pengetahuan pimpinan terhadap Implementasi TI sesuai target penerapan TIK di lingkungan Universitas Padjadjaran.
1. PENDAHULUAN
Sebagai Institusi pendidikan tinggi, Universitas Padjadjaran (Unpad) sudah seharusnya dapat menjadikan Teknologi Informasi (TI) menjadi perangkat yang dapat meningkatkan produktifitas dan pelayanan mutu pendidikan. Kesadaran akan pentingnya Teknologi Informasi sudah diperlihatkan dengan adanya beberapa perencanaan dan kebijakan terhadap pemanfaatan Teknologi Informasi yang sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) Unpad
sendiri. Adel M. Aladwani mengungkapkan bahwa implementasi ERP yang sukses membutuhkan strategi pendekatan yang tepat untuk menjaga ketahanan dari sumber daya (kebiasaan dan resiko yang dirasakan) secara efektif dan kunci perubahan digantungkan kepada para pimpinan. Untuk kondisi tertentu pendapat tersebut dapat digambarkan hanya bagi sebuah perusahaan yang telah memiliki struktur organisasi yang kuat. Untuk
sebuah instansi pemerintahan atau sebuah institusi pendidikan tinggi hal ini belum tentu berlaku. Proses Manajemen perubahan membutuhkan banyak strategi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan pola pendekatan pemanfaatan teknologi komputer sebagai Teknologi persuasif. Pendekatan ini hanya sebagai salah satu metode yang sudah tidak dapat berjalan sendiri untuk mengubah perilaku.
Unpad dihadapkan oleh permasalahan yang sering terjadi yaitu tidak adanya manajemen perubahan terhadap pelaksanaan Implementasi Teknologi Informasi. Manajemen perubahan dikatakan sangat penting agar proses implementasi Teknologi Informasi yang telah dibangun dapat berjalan sesuai dengan perencanaan Teknologi Informasi yang telah ditetapkan. Maksud dari penulisan artikel ini adalah untuk menghasilkan gagasan mengenai perubahan terhadap Implementasi TI pada umumnya di Institusi Pendidikan Tinggi agar proses Implementasi TI yang telah direncanakan dapat berjalan secara efesien dan efektif dengan fokus terhadap cara pandang seorang pimpinan dalam ikut mendorong terhadap terjadinya proses perubahan tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan artikel ini adalah menghasilkan rancangan dalam bentuk model mengenai Manajemen Perubahan terhadap implementasi TI bagi Universitas Padjajaran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar